Dear BloGgY...
Terakhir gue posting cerita sama kamu tanggal 20 April 2015. Dan tiada yang sangka, 8 hari kemudian gue harus kehilangan Papa tersayang. Ya, tanggal 28 April 2015, Papa meninggal dunia. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan gue saat itu. Sedih teramat sangat, hanya air mata yang terus menetes.
Terjadi begitu cepat. Pagi papa tiba2 lemas di kamar mandi hingga untuk berdiri dan pindah ke kamar tidurpun harus digotong bersama satpam cluster. Lalu di tempat tidur Papa masih lemas tapi masih sadar dan bisa ngobrol sama gue tetapi sudah cadel. Gue juga sempet minumin Papa sari kurma. Hingga akhirnya Papa tidur dan mengorok keras. Sesekali muntah. Tubuhnya bergetar, dahinya berkeringat. Seperti sakratul maut. Gue sudah melafalkan syahadat di telinganya namun hati menjerit tak kuat jika harus melihat Papa meninggal di hadapan gue. Ternyata tubuh Papa menghangat kembali. Tetapi Papa terus tertidur dan mengorok keras, tidak ada respon saat dipanggil. Sehabis Maghrib Papa dibawa ke rumah sakit. Gue tidak ikut karena harus menjaga Raisya yang masih 2 bulan dan Davina. Tiba2 jam 21.50 gue mendengar kabar lewat telfon bahwa Papa sudah menghembuskan nafas terakhir jam 21.43.
Rasanya seperti mimpi. Sejenak gue terdiam hingga akhirnya air mata terus menetes dan menetes. Gue mencoba untuk kuat karena kalau tidak maka kasian Papa perginya nggak tenang. Gue menangis karena gue merasa belum melakukan banyak untuk membalas seluruh kebaikan dan kesabaran Papa selama ini. Dan saat papa diturunkan ke dalam tanah pemakamannya, rasanya hati ini nelangsa banget, Ingin ikut ke dalamnya menemani Papa. Tetapi kembali gue ingat gue harus tegar.
Papa sudah lepas dari sakitnya. Tidak lagi harus jalan tertatih2, menghabiskan waktu dengan lebih banyak tidur dan duduk karena strokenya. Papa sudah bisa lari ke sana ke mari, berjalan tegap seperti dulu. Papa pergi dengan smooth. Dan banyak orang bilang, jenasah Papa seperti tidur nyenyak dengan senyum. Damai banget. In shaa Allah husnul khotimah ya Allah. Already miss you, Papa.
Dulu saat Papa pertama kali sakit stroke, saat gue mau melahirkan Davina sebulan kemudian. Dan kini Papa pergi saat gue baru melahirkan Raisya. Alhamdulillah, Papa sudah sempat melihat, memegang dan mencium Raisya. Dan banyak orang bilang, Raisya mirip banget sama Papa. Paras mukanya, senyumnya, dan sabarnya. Mama bilang, sosok Raisya warisan Papa banget!
Raisya alhamdulillah 2 hari yang lalu sudah 5 bulan, BloGgY. Apa saja yah yang bisa dilakukan Raisya sampai dengan sekarang? Raisya bisa tengkurep sendiri umur 3,5 bulan. Mirip sama Kakaknya. Tapi kalau Davina dulu di usia 3,5 bulan bersamaan juga bisa telentang sendiri dan tumbuh gigi, kalau Raisya cuma bisa tengkurep sendiri. Sometimes dia sudah bisa terlentang sendiri cuma baru bener2 terlihat lancar hari ini. Dan giginya juga belum tumbuh tetapi sudah ileraaannn terus. Sprei, baju, sarung bantal, basaaah semua.
Raisya terlihat lebih kalem daripada Davina. Dulu Davina serba cepet. Motorik kasar dan halusnya, ceriwisss banget, ngoceh dan ketawa mulu, tapi juga meweeek mulu. Kalau Raisya yah slow aja, ngocehnya jarang, tapi banyak senyum dan ketawanya kalau sama Davina aja. Bingung deh. Padahal Davina cuma diem aja tapi bisa bikin Raisya ngakak, sedangkan gue dah kayak orang gila godain Raisya eh Raisyanya cuma senyum aja, kadang malah melengos aja. Hahaha.
Cuma kalau Raisya sudah natap, wahhh fokus banget! Kita sampai salting lho. Dan tenaganya juga kuat. Kalau gak mauk angkat tangan atau mau tengkurep padahal gue maunya dia terlentang karena mau pakaikan baju misalkan, maka dia akan kekeuh tahan tangannya atau badannya dengan kuat, . Walaupun kuat begitu, ekspresinya ya biasa aja kayak lagi nggak ngeluarin tenaga apapun.
Minum susunya juga masih nyicil dan full minum ASI pakai botol. Yeah, i'm officially an E-Ping Mom. Jadi gue harus telaten minumin ASI karena Raisya tipe gak terlalu kuat nyusunya. Sehari dia cuma minum 6 botol @ 120 ml jadi total 720 ml per hari.
Berat badannya saat ini 6 kg pas! Bukan tipe baby gemuk nan montok, tapi alhamdulillah Raisya sehat dan in shaa Allah selamanya tumbuh menjadi anak yang sehat. In shaa Allah tanggal 28 Agustus nanti, Raisya sudah MPASI untuk pertama kali. Gue lagi googling tentang pengaturan menu, mencari tahu tentang menaruh pure di freezer, peralatan yang harus dibeli. Semoga ya Allah, Raisya pinter makan dan mau makan apapun yang mamanya kasih terutama sayuran.
Ok deh, sudah dulu ya BloGgY. Lagi gak ada Asisten nih say, baik yang bantu2 urus rumah tangga maupun bantu urus baby. Mbak Timah mudik dan gak balik lagi karena gak dibolehin sama mertuanya. So sudah pasti rempong. Alhamdulillah tetep harus ya, dikasih kesehatan buat urus anak2 sendiri. Semoga lekas dapat pengganti Mbak Timah yang sama baiknya. Aamiin.
Cu BlOGgY!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar