Hai BloG...
Sedih deh gue tidak bisa lagi posting di adesasha.blogspot.com. Entah gimana gue masukkan passwordnya, pasti salah terus. Dan tadinya gue berpikir untuk apa gue punya blog lagi. Dengan segala kesibukan gue, mulai dari pekerjaan, ngurus Davina, dll... rasanya gue tidak sanggup menyisihkan waktu lagi untuk sharing ke kamu.
Tapi gue ga kuat gak punya temen cerita. Gue berharap banyak orang yg bisa menggantikan kehadiran kamu. Tapi setelah sekian lama gue menunggu, gue rasa... cuma kamu yang bisa membuat gue bercerita banyak. Hanya kamu yang gue rasa paling tulus mau mendengarkan gue, membuat gue tidak nampak bodoh dengan segala keluh kesah silly gue. I do need you, BloGgY...
Dan senangnya hari ini bisa ketemu lagi. Well, walau masih ada yang kurang.. yaitu my brown room di tengah malam... dengan lagu slow yg mengiringi setiap ketikan jemari gue... seonggok lampu kuning di pojok ruangan,,, dan tidak ada seorangpun selain gue di kamar cozy itu... heaven!
Dear, apa yah yang mau gue curhatin?
Hari ini adalah Promotion Day. Setahun yang lalu, gue membayangkan gue ada dan meneriaki, menciumi, menyelamatin Dyah, atas promosinya menjadi Unit Manager 2014. Gue afirmasi dan visualisasi situasinya bahkan air mata gue yang menetes terharu melihat keberhasilannya berhasil gue visualisasikan dengan sempurna. Tetapi nyatanya,,, Dyah failed dalam meraihnya. Gue tidak promosi Agency Manager gue tidak begitu sedih. Gue tahu ada value dalam diri gue yang menahannya. Tetapi gue failed dalam mempromosikan Dyah, merupakan hal yang sangat membuat gue sedih.
Tidak ada yang tahu betapa gue menghakimi diri gue sendiri atas kegagalan tersebut. Gue membutuhkan usaha yang sangat keras untuk bangkit lagi, padahal gue sangat ingin mengatakan "Gue lelah". Tahun kemarin gue menurunkan ego untuk tidak mengejar Star Club karena gue berpikir sukses sendirian itu tidak enak... gue ingin anak2 di team gue merasakan rasanya sukses di Pru, menginjakkan kaki di AUM Bali, Eropa, dan panggung promosi sama seperti gue.
Tetapi akhirnya gue tidak mendapatkan semuanya.
Dan setelah gue menata kembali puing2 kekecewaan gue, akhirnya gue mantabkan bahwa tahun 2013 adalah tahun pembelajaran yang besar untuk gue. Bagaimana berlatih kesabaran penuh, bagaimana berlatih menjadi leader dengan team yang lebih besar dan tentunya dengan berbagai macam karakter.
Sampai akhirnya pada hari Kamis lalu tanggal 23 Januari 2014, Damas menampar gue dengan menyuruh gue untuk mengalungkan medali kepada orang2 yang promosi yaitu Ullie, Wina, dan Nora. Katanya, itu "hukuman" atas tidak promosinya gue dan atas gue yg tdk mempromosikan siapa2. Waktu itu gue cuma cengar cengir sambil bilang, "Damas, loe kok jahat banget sih hukum guenya?" Tapi gue mencoba berpikir positif. Yah, gue berhak ditampar seperti itu agar gue bangkit dan buktikan tahun 2014 ini gue bukanlah Sasha yang tidak bisa mempromosikan siapa2 dan tidak bisa berbuat besar untuk team gue.
Tapi nyatanya, saat Promotion Day tiba, yaitu hari ini,.. gue merasa begitu mellow. Agent gue yang dapat tiket yaitu Olla, tidak dapat hadir karena anaknya sedang sakit. Dan team gue yang lain tidak dapat datang. So, gue membayangkan gue dan Harry datang berdua tanpa team dan harus mengalungi yg promosi? Tapi lagi2 gue mencoba berpikir positif. Gue memang harus jalani tamparan itu supaya gue lakukan yang terbaik tahun ini.
Hingga akhirnya Jakarta banjir dimana2. Hujan turun semalaman sampai pagi. Dan gue membayangkan, gue harus melewati kemacetan super dahsyat dan khawatir apakah Freed gue bisa melewati banjir yang lumayan tinggi. Sedangkan ke sana gue tidak ada team gue. Gue galau. Dan akhirnya entah gimana... gue memutuskan tidak datang hari ini ke acara Promotion Day di Kemayoran. Rasanya gue tidak akan sanggup ada di sana,
BloGgY, am I wrong?
Gue ini sanguin yang sensitif. Gue bahagia melihat yang promosi terutama Ullie. Tetapi saat melihat foto2 promosi itu, gue merasa begitu kesepian. Rasa sedih dan kecewa gue muncul kembali. Dan mendadak gue tidak ingin diganggu. oleh siapapun hari ini. Tapi karena gue seorang Ibu yang memiliki seorang anak masih berusia 5 tahun, maka gue berusaha menutupi ego ingin sendiri itu di hadapan anak gue. Tetap gue perlu menemaninya bermain, mengobrol, makan dll...
Dan saat perasaan sensitif gue membludak, gue tidak tahan ingin ngobrol dengan suami gue. Tapi baru saja 2 penggal kata gue ucapkan, dia nampak lelah, dia nampak bosan dengan apa yang gue katakan, meski dia tidak tahu apa yang mau gue katakan. Gue lupa. Dia memang suami gue, tetapi gue harus bertanggungjawab memahami dia, bahwa dia bukanlah tempat gue bercerita. Dia bukanlah tempat gue mengadu, menangis di atas bahunya, atau meminta kemanjaan. Dia adalah suami gue dan ayah dari Davina.
Hingga akhirnya gue tidak meneruskan curhatan gue kepadanya. Dan entah gimana gue menjadi diam seribu bahasa. Gue juga lelah, lelah untuk bersikap baik2 saja. Kalau gue keluarkan emosi gue kepadanya, dia akan mengeluh sakit asam lambung, seperti layaknya kemarin saat gue ngambek gak jadi2 diantarkan makan di HolyCow (Ya Allah, saya ingiiin banget sekali aja makan HolyCow). Emosi gue yang meledak2 hanya akan menyengsarakannya. So... diam adalah keputusan yang baik.
Dan yang terbaik adalah diam dan curhat sama kamu. Gue tidak mungkin lagi kan mencari2 KK Pandu atau Renatha untuk sekedar menumpahkan keluh kesah gue. Gue adalah seorang istri yang harus menjaga harkat martabat suami. Begitulah pesan agama dan orangtua.
Tapi... gue sungguh merasa kesepian, BloGgY...
Gue kangen sampoerna menthol gue... dan segelas white wine...
Semoga besok perasaan tidak nyaman gue sudah pergi.
Selamat malam, BloGgY...
Love,
SASHA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar